Selasa, 07 Juni 2016

MODEL ASUHAN KEBIDANAN




MAKALAH MODEL-MODEL ASUHAN KEBIDANAN KEPADA KLIEN
DOSEN PENGAMPU : IAN ROSSALIA PRADITA PUTERI,SST,M.KES




                                        logo-unriyo-warna.jpg


DI SUSUN OLEH KELOMPOK 3:
1.     IS MAYA :(15150060)
2.     ANA IRMA JULIANA SARI (15150061)
3.     ELISABETH TUTI PURWANTI (15150062)
4.     PONI HARDYANTI (15150063)
5.     LENI ANDRIWINI (15150064)
6.     ENGGA WIDIANTI NINGRUM (15150065)
7.     NOVA VALENTINA (15150066)






KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa. Karena atas berkat rahmat dan kasihNya, sehingga akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MODEL-MODEL ASUHAN KEBIDANAN KEPADA KLIEN” makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Konsep Kebidanan”. Kami menyadari banyak kekurangan dan hal-hal yang perlu ditambahkan pada tugas makalah ini. Kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan dari para pembaca. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini dan besar harapan penyusun, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan tentang pembahasan Model Konseptual Asuhan Kebidanan kepada Klien. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa bersama kita amin.






Yogyakarta, November 2015


                                                                                                       penulis












DAFTAR ISI :
Kata pengantar......................................................................
Daftar Isi
................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................
Latar Belakang.........................................................................................
Tujuan.........................................................................................................
Rumusan Masalah.......................................................................................
BABA II PEMBAHASAN...............................................................................

            A. Definifisi Konseptual model-model asuhan Kebidanan
........................
              
  a. Model-model konseptual asuhan Kebidanan.............................................
                 b. Kegunanaan Model-model konseptual asuhan kebidanan.............................
            B. Asuhan kebidanan.......................................................................................

            C. Bentuk-bentuk Asuhan Kebidanan...............................................................
                
a.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil.................................................
                b. Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin................................................
                c. Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir............................................
                d. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
..............................................................
                e. Asuhan Kebidanan Pada Pelayanan KB....................................................
                f. Asuhan Kebidanan Pada Wanita Dengan Gangguan Sistem Reproduksi.......
BAB III PENUTUP.................................................................
KESIMPULAN.....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
.................................................................................











BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

            Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yangmemiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan angka kesakitan, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi(AKB). Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna yang berfokus pada aspek pencegahan, promosi yang belandasan kemitraan. Bidan juga memberikan asuhan kebidanan yaitu bantuan yang di berikan oleh bidan kepada individu pasien ataupun klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara bertahap, sistematis dan melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan.
            Pelayanan serta asuhan kebidanan yang diberikan oleh bidan berdasarkan cara pandang atau pola pikir atau model pembangunan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait yang disebut dengan paradigma sehat.
Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
– Memberikan pengetahuan tentang asuhan kebidanan.
Rumusan Masalah
  1. Apa model konseptual asuhan kebidanan?
  2. Apa yang dimaksud dengan asuhan kebidanan?
  3. Apa saja bentuk-bentuk asuhan kebidanan?









BAB II
PEMBAHASAN

 A. Definifisi Konseptual model-model asuhan Kebidanan

            Model adalah contoh atau peraga untuk menggambarkan sesuatu.Konseptual model asuhan kebidanan adalah suatu bentuk pedoman/acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberikan asuhan kebidanan dipengaruhi oleh filosofi yang dianut bian(filosofi asuhan kebidanan ) meliputi unsur-unsur yang terdapat dalam paradigma kesehatan(manusia-prilaku,lingkungan dan pelayanan kesehatan.
a. Model-model konseptual asuhan Kebidanan
            Model konseptual kebidanan adalah :
  1. Gambaran abstrak suatu ide yang menjadi dasar suatu disiplin ilmu
  2. Model konseptual kebidanan biasanya berkembang dari teori dasar intuitif keilmuan yang sering kali disimpulkan dalam kerangka acuan disiplin ilmu yang bersangkutan (Fawcett, 1992)
  3. Model memberikan kerangka untuk memahami dan mengembangkan praktik guna membimbing tindakan dalam pendidikan untuk mengidentifikasi pertanyaan yang harus dijawab dalam penelitian.
b. Kegunanaan Model-model konseptual asuhan kebidanan
            Kegunaan model konseptual adalah :
  1. Untuk menggambarkan beberapa aspek (konkret maupun abstrak)
  2. Merupkana gagasan mental sebagai bagian deri teori yang membantu ilmu-ilmu social mengonsep dalam menyamakan aspek-aspek proses social.
  3. Menggambarkan suatu kenyataan gambaran abstrak sehingga banyak digunakan disiplin ilmu lain sebagai parameter garis besar praktik.
B. Asuhan Kebidanan (midwifery care)
           
Care dalam bahasa Inggris mempunyai arti memelihra,mengawasai,memperhatikan dengan sepenuhnya. Dihubungkan dengan kebidanan care disebut asuhan Bidan dalam memegang Prinsip Midwifery care yaitu:
  • Mengakui dan mendukung keterkaitan antara fisik ,psikis dan lingkungan kultur social
  • Berasumsi bahwa mayoritas wanita bersalinan ditolong tanpa intervensi
  • Mendukung dan meningkatkan persalinan alami
  • Menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dilandaskan ilmu dan seni
  • Wanita punya kekuasaan yaitu berlandaskan tanggung jawab bersama untuk suatu pengambilan keputusan,tetapi wanita punya kontrol atau keputusan akhir mengenai keadaan dirinya dan bayinya
  • Dibatasi oleh hukum dan ruang lingkup praktik
  • Berprinsip women center care.

C. Bentuk-bentuk Asuhan Kebidanan

 
a.    Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil
            ANC adalah pemeriksaan/pengawasan antenatal yaitu pemeriksaan kehamilan untuk   mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar. Tujuan utama ANC adalah menurunkan/mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan perinatal, sedang tujuan khusus ANC adalah:
  • Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi.
  •  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.
  • Mengenal secara dini adanya ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
  • Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma semenimal mungkin.
  • Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
  • Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
Asuhan kebidanan pada ibu hamil adalah asuhan yang diberikan Bidan pada ibu hamil utuk mengetahui kesehatan ibu dan janin serta untuk mencegah dan menangani secara dini kegawatdaruratan yang terjadi pada saat kehamilan. Tujuan pemeriksaan dan pengawasan Ibu hamil:
  1. Tujuan umum:
  • Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
  1. Tujuan khusus:
  • Mengenal dan menangani penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
  • Mengenal dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
  • Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
  • Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehat sehari-hari.

Standar Asuhan Kehamilan Kunjungan antenatal care (ANC) minimal :
  • Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 – 13 minggu)
  • Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 – 27 minggu)
  • Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 18 – 40 minggu)
Kehamilan memberikan perubahan baik
Adapun pelaksanaan komunikasi bagi ibu hamilbidan diharapkan :
b.     Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin
            Asuhan yang di berikan Bidan pada Ibu Bersalin, bidan melakukan observasi pada Ibu   bersalin, yani pada Kala I, Kala II, kala III, Dan kala IV.  Asuhan yang diberikan yaitu:
  • Memonitoring tekanan darah, suhu badan, denyut nadi setiap 4 jam.
  • Mendengarkan denyut jantung janin setiap jam pada fase laten dan 30 menit pada fase aktif.
  • Palpasi kontraksi uterus setiap jam setiap fase laten dan 30 menit pada fase aktif.
  • Memonitoring pembukaan servik penurunan bagian daerah terendah pada fase laten dan fase aktif setiap 4 jam.
  • Memonitoring pengeluaran urine setiap 2 jam.
  • Menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami, keluarga atau teman dekat untuk mendampingi ibu.
  • Menginformasikan hasil pemeriksaan dan rencana asuhan selanjutnya serta kemajuan persalinan dan meminta persetujuan ibu untuk rencana asuhan selanjutnya.
  • Mengatur aktifitas dan posisi dan membimbing relaksasi sewaktu ada his.
  • Menjaga privasi ibu.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Memberi rasa aman dan menghindari rasa panas, mengurangi rasa nyeri ketika his misalnya dengan membuat rasa sejuk dan masase.
  • Memberikan cukup minum dan makan.
  • Memastikan dan mempertahankan kandung kemih tetap kosong.
  • Menciptakan rasa kedekatan antara bidan dan ibu misalnya dengan sentuhan.


Pada kala II Asuhan yang diberikan adalah :
  • Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu.
  • Memastikan kecukupan makan dan minum.
  • Mempertahankan kebersihan diri.
  • Mempersiapkan kelahiran bayi.
  • Membimbing meneran pada waktu his.
  • Melakukan pemantauan keadaan ibu dan denyut jantung bayi terus menerus.
  • Melakukan amniotomi bila diperlukan.
  • Melakukan episiotomi jika diperlukan.
  • Melahirkan kepala sesuai mekanisme persalinan dan jalan lahir.
  • Melonggarkan atau melepaskannya, bila ada lilitan tali pusat pada kepala dan badan bayi.
  • Melahirkan bahu dan diikuti badan bayi.
  • Menilai tanda-tanda kehidupan bayi minimal 3 aspek adalah asuhan bernafas , denyut jantung, warna kulit.
  • Klem/jepit tali pusat didua tempat dan potong dengan gunting steril/DTT.
  • Menjaga kehangatan bayi.
  • Merangsang pernafasan bayi bila diperlukan.
Asuhan yang diberikan pada kala III
  1. Melaksanakan menagemen aktif kala III
    1. melakukan palpasi uterus untuk memastikan tidak ada bayi lain dalam 2 menit.
    2. memberikan suntikan oksitosin 10 IM
  • segera diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran bayi, jika bayi tunggal
  • pemberian oksitosin 10 unit im dapat diulangi setelah 15 jika plasenta masih belum lahir.
  • jika oksitosin tidak tersedia, rangsang putting payudara ibu dan susukan bayi segera guna menghasilkan oksitosin alamiah.
  • melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT)
  • setelah kelahiran plasenta, lakukan masase fundus uteri
  1. Memotong dan mengikat tali pusat.
  2. Memperlihatkan/mendekatkan bayi dengan ibunya.
  3. Meletakkan bayi segera mungkin, kurang dari 30 menit setelah lahir bila memungkinkan.



Asuhan yang diberikan pada kala IV:
  1. lanjutkan pemantauan kontraksi uterus, pengeluaran darah, tanda-tanda vital.
  • 2-3 kali selama 10 menit pertama.
  • Setiap  15 menit selam 1 jam.
  • Setiap 20-30 menit selama jam kedua.
  • Jika uters tidak berkontraksi dengan baik, lakukan masase fundus.
  1. Melakukan pemeriksaan jalan lahir dan perineum.
  2. Melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaputnya.
  3. Ajarkan ibu/keluarga tentang cara mengecek/meraba uterus dan memasasenya.
  4. Evaluasi darah yang hilang.
  5. Memantau pengeluaran klohkea (biasanya tidak lebih dari darah haid)
  6. Mempertahankan kandung kemih tetep kosong (tidak dengan kateterisasi).
c.    Asuhan Kebidanan Pada Bayi baru lahir
            Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir adalah Asuhan yang di berikan Bidan pada bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir bidan memotong tali plasenta, memandikan, mengobservasi ada tidaknya gangguan pada pernafasan dan memakaikan pakaian dan membendong dengan kain. Dan pada balita bidan memberikan pelayanan, informasi tentang imunisasi dan KIE sekitar kesehatan neonatus dan balita. Komunikasi pada bayi dimulai sejak kelahiran bayi. Adapun fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi bayi meluputi:
  • fase prelinguistic
  • kata pertama
  • kalimat pertama
  • kemampuan bicara egosentris dan memasyarakat.
  • perkembangan semantic
d.    Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas
            Asuhan kebidanan pada ibu nifas adalah asuhan yang di berikan pada ibu nifas, biasanya berlangsung selama 40 hari atau sekitar 6minggu. Pada asuhan ini bidan memberikan asuhan berupa memantau involusi uteri, Kelancaran ASI, dan kondisi ibu dan anak. Ibu setelah melahirkan akan mengalami fase ini yaitu fase ibu nifas. Ibu nifas juga mengalami perubahan-perubahan yang bersifat fisiologis maupun psikologis. Oleh karena itu, diperlukan juga komunikasi pada saat masa nifas. Perubahan fisiologis pada ibu nifas meliputi proses pengembalian fungsi rahim, keluarnya lochia dan sebagainya. Sedangkan perubahan psikologis meliputi perasaan bangga setelah melewati proses persalinan, bahagia bayi telah lahir sesuai dengan harapan. Kondisi-kondisi yang membuat ibu sedih saat nifas yaitu keadaan bayi tidak sesuai harapan, perceraian, dan sebagainya.
            Pelaksanaan komunikasi yang dilakukan bidan pada ibu nifas harus memperhatikan kestabilan emosi ibu, arah pembicaraan terfokus pada penerimaan kelahiran bayi. Penyampaian informasi jelas dan mudah dimengerti oleh ibu dan keluarga.
e.     Asuhan Kebidanan Pada Pelayanan KB
            Asuhan Kebidanan pada pelayanan KB adalah asuhan yang diberikan bidan pada ibu yang akan melakukan pelayanan KB, bidan memberikan asuhan tentang macam-macam KB, efek dan dampak dari pemakaian KB, serta memberikan wewenang terhadap ibu untuk memilih macam-macam KB yang akan di gunakan. Tidak semua akseptor KB mengalami kenyamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Ada juga yang mengalami perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis setelah penggunaan alat kontrasepsi. 
            Perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah akibat dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi tersebut, misalnya pusing, BB bertambah, timbul flek-flek di wajah, gangguan menstruasi, keputihan, dan lain-lain. Adapun perubahan psikologis yang dialami adalah kecemasan atau ketakutan akan keluhan-keluhan yang terjadi, dan kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi.
e.     Asuhan Kebidanan Pada Pelayanan KB
            Asuhan Kebidanan pada pelayanan KB adalah asuhan yang diberikan bidan pada ibu yang akan melakukan pelayanan KB, bidan memberikan asuhan tentang macam-macam KB, efek dan dampak dari pemakaian KB, serta memberikan wewenang terhadap ibu untuk memilih macam-macam KB yang akan di gunakan. Tidak semua akseptor KB mengalami kenyamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Ada juga yang mengalami perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis setelah penggunaan alat kontrasepsi. 
Perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah akibat dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi tersebut, misalnya pusing, BB bertambah, timbul flek-flek di wajah, gangguan menstruasi, keputihan, dan lain-lain. Adapun perubahan psikologis yang dialami adalah kecemasan atau ketakutan akan keluhan-keluhan yang terjadi, dan kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi.






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Konseptual model kebidanan merupakan suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberikan asuhan kebidanan dengan tidak terlepas dengan teori yang mempengaruhi.Konseptual model merupakan gambaran abstrak suatu ide yang menjadi dasar suatu disiplin ilmu.
                        Secara umum teori dan konsep adalah hal yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam pelayanan kebidanan ,teori-teori yang digunakan dalam praktik kebidanan berasal dari konseptual model kebidanan
















DAFTAR PUSTAKA

 Soepardan, Suryani. (2006). Konsep Kebidanan. Bandung: ECG
Fadilah, Siti. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Tentang. Jakarta
Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Saifuddin. A, Bari, dkk. 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Swartz, Mark. H. 1995. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Penerbit Buku Kedokteran EGC :  Jakarta
Waspodo, Djoko dkk. 2002. Asuhan Persalinan Normal, Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi : Jakarta.
Wiknjosastro, Hanifa, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar